Search

August 13, 2006

Planet Ilkomerz pindah alamat

Categories: Internet, Lain-Lain, Link
Author: Rendra
Time: 9:24 pm
Reactions :3 comments

Ok, langsung saja. Planet Ilkomerz pindah alamat dari http://planet.ilkomerz.rendra.net/ menjadi http://planet.rendra.net/ilkomerz/.

Mulai saat ini sebaiknya anda mengakses melalui URI http://planet.rendra.net/ilkomerz/.

July 19, 2006

Gempa lagii..

Categories: Lain-Lain
Author: Rendra
Time: 7:59 pm
Reactions :4 comments

Sekitar jam 6 sore tadi, saat azan maghrib berkumandang tiba-tiba saya merasakan bumi bergetar. Getarannya tidak terasa terlalu besar, saya juga tidak yakin bahwa itu adalah gempa sampai saya melihat lampu-lampu yang bergantung di langit-langit rumah bergoyang. Air yang ada di dalam teko juga ikut bergoyang.

Tak lama kemudian saya melihat informasi di RCTI bahwa gempa tadi berpusat di selat sunda, tidak ada hubungannya dengan gempa di laut selatan dua hari yang lalu. Menurut detik, gempa hari ini terjadi pada 17:57:28 WIB dengan pusat gempa terletak pada 105,2 BT 6.54 LS pada kedalaman 67 kilometer dengan kekuatan 6,2 skala richter.

Gempa kali ini di sekitar tempat tinggal saya di daerah Pondok Gede, Bekasi tidak terasa kuat. Tidak ada orang yang lari keluar rumah dan beberapa orang di rumah saya juga sama sekali tidak merasakannya. Tapi gempa ini terasa lebih keras dibanding gempa dua hari yang lalu karena pada gempa yang tanggal 17 itu saya sama sekali tidak merasakannya. Menurut berita-berita hanya mereka yang berada di gedung-gedung tinggi yang merasakannya.

June 19, 2006

Republik BBM Bubar?

Categories: Lain-Lain
Author: Rendra
Time: 11:39 pm
Reactions :4 comments

Republik BBMAcara Republik BBM adalah acara talk show komedi yang ditayangkan di Indosiar setiap senin malam. Namun pada dua pekan silam, pada akhir acara Taufik Safalas selaku presiden Republik BBM mengumumkan bahwa acara ini akan off dulu satu bulan karena hendak ke Jerman menonton piala dunia.

Hari minggu kemarin kebetulan ada yang membeli koran tempo di rumah saya. Di halaman 8 ada berita yang berjudul “Kami Mulai Dibatasi“. Berita ini adalah hasil wawancara dari salah seorang penggagas acara Republik BBM, Effendi Gazali. Satu hal yang membuat saya sedih dalam berita di koran tempo ini Effendi Gazali menginformasikan bahwa Republik BBM tidak akan ditayangkan lagi. Berikut adalah tiga buah kutipan berita tersebut.

Namun, nyawa Republik BBM ternyata benar-benar dicabut. “Kami memutuskan untuk tak kembali lagi,” kata Effendi Gazali, salah seorang penggagas acara ini.

Menurut pakar komunikasi dari Universitas Indonesia ini, Indosiar memang berhak menghentikan Republik BBM lantaran tayangan ini sudah memasuki 26 episode.

Penyebab utama penghentian acara ini tak cuma itu. Sejak enam episode terakhir, kata Effendi, pihak stasiun televisi mulai membatasi isu-isu yang akan ditayangkan. Lantaran tak sepaham dengan kebijakan itu, Effendi dan kawan-kawan memilih mundur.

Mengapa tayangan Republik BBM dihentikan?

Saya dan teman-teman memutuskan untuk berhenti. Sudah tidak ada lagi kesamaan visi dengan pihak Indosiar. Sejak enam episode terakhir, kami merasa kontrol dari pihak stasiun TV membuat ruang gerak makin terbatas. Ada pembatasan mana isu yang sebaiknya ditayangkan dan mana yang tidak. Bahkan dalam beberapa edisi terakhir, temanya sudah tidak masuk akal. Idenya berasal dari stasiun TV.

Anda dan teman-teman merasa makin dibatasi?

Ya, sudah tidak sebebas dulu lagi.

Apakah karena itu sempat ada isu bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla keberatan dengan acara Republik BBM?

Tidak pernah. Jusuf Kalla sempat mengklarifikasi kepada kami bahwa dia tidak keberatan. Kami pernah bertemu dengan Wakil Presiden dan diterima di pintu depan. Padahal pintu itu adalah pintu kehormatan bagi tamu kenegaraan.

Bukankah pada April lalu tersiar kabar sempat akan dilarang?

Saya memang menerima perintah bahwa pada Sabtu, 4 April 2006, Republik BBM harus dihentikan. Saya percaya pada sebuah teori, kalau negara sedang menjalani transisi, kontrol akan berpindah dari pemerintah ke swasta. Mungkin pemerintah berbisik kepada pengusaha dan diteruskan kepada kami.

Forum Republik BBM di Indosiar saat posting ini dibuat sudah bukan forum lagi karena hanya menampilkan satu halaman pemberitahuan tanpa dapat di komentari oleh anggota, selain itu thread-thread lama nampaknya sudah dihapus.

Sayang sekali acara sebagus Republik BBM sampai dihentikan, apalagi penghentian acara ini dikarenakan adanya pengontrolan dari pihak-pihak tertentu. Karena acara ini dihentikan, nampaknya saya harus segera mengedit kolom Favorite TV Shows di profil saya di friendster.

June 14, 2006

Brosur Mekanisme Penerbitan SIM

Categories: Lain-Lain
Author: Rendra
Time: 6:29 pm
Reactions :No comments

Ketika saya memperpanjang SIM A dua hari yang lalu saya sempat mengambil brosur yang berjudul “Mekanisme Penerbitan SIM” yang tersedia di salah satu loket. Dari brosur inilah saya membuat halaman di Wikipedia Indonesia mengenai SIM.

Saat ini saya sudah memfoto brosur tersebut dan menguploadnya ke blog ini dengan tujuan memberikan infomasi pembuatan SIM bagi anda yang akan membuat SIM / bikin SIM. Klik pada gambar untuk memperbesar, atau klik kanan lalu pilih “Save target as” untuk mendownload gambar tersebut.

Brosur SIM depan
brosur-sim-depan.jpg, 319 KB, 1220×900

Brosur SIM Belakang
brosur-sim-belakang.jpg, 264 KB, 1215×900

OOT:
Saat saya hendak memfoto brosur tersebut, baterai (rachargeable 2400 mAh) kamera digital yang saya gunakan habis. Saya lalu mencoba untuk menggunakan “baterai biasa” (Eveready Super Heavy Duty) yang masih baru. Tadinya saya kira baterai tersebut dapat dipakai untuk setidaknya 10 kali potret tapi ternyata diluar dugaan baterai tersebut hanya dapat dipakai dua kali potret tanpa lampu flash!! Pada pemotretan yang ketiga kamera langsung mati ketika kamera masuk ke mode pemotretan. Terpaksa pemotretan ditunda sampai baterai rechargeable terisi penuh.

June 12, 2006

Memperpanjang SIM A

Categories: Happening, Lain-Lain
Author: Rendra
Time: 11:48 pm
Reactions :3 comments

Tidak terasa ternyata sudah 5 tahun saya memiliki SIM A, dan kemarin, SIM A saya habis masa berlakunya. Oleh karena itu hari ini saya pergi ke Polres Bekasi untuk memperpanjang SIM A.

Tidak seperti kunjungan saya ke Polres dua bulan yang lalu, kali ini saya mengurus perpanjangan SIM A tanpa melalui perantara. Sampai di sana, seperti biasa ada beberapa orang calo yang bertanya “Mau bikin? perpanjang? sini saya bantu,” Tapi kali ini saya menolak “bantuannya” dengan sopan.

Proses perpanjangan SIM

Hal pertama yang harus dilakukan untuk memperpanjang sim adalah pergi ke klinik untuk pemeriksaan kesehatan. Disana saya dimintai foto kopi KTP dua lembar. Pemeriksaan kesehatan hanya ditanyai tinggi badan, penimbangan badan, dan pemeriksaan mata. Proses ini mengharuskan saya membayar Rp 10.000,-. Dari sini saya diberi lembar hasil pemeriksaan kesehatan.

Setelah itu, saya pergi ke loket asuransi untuk membayar premi asuransi sebesar Rp.15.000,- . Di sini petugas loket juga meminta foto kopi KTP satu lembar. Setelah membayar premi asuransi saya diberi kuitansi rangkap dua.

Setelah itu barulah saya pergi ke loket perpanjangan SIM untuk mengambil formulir perpanjangan SIM dan resi bank, disini saya diharuskan membayar Rp.60.000,- (pembuatan SIM = Rp 75.000,-). Setelah mengisi formulir dengan lengkap saya menyerahkan formulir, resi bank, kuitansi asuransi, hasil pemeriksaan kesehatan, dan SIM lama. Anehnya, di loket ini saya dimintai uang Rp.85.000,- , tidak jelas untuk keperluan apa, tapi saya curiga ini pungutan liar karena tidak ada kuitansi atau apapun. Saat itu saya sebenarnya hendak bertanya tapi tidak jadi karena takut proses perpanjangan SIM menjadi dipersulit.

Setelah itu saya disuruh menunggu panggilan foto. Setelah nama saya dipanggil, saya masuk ke ruangan foto untuk difoto, tanda tangan, dan pengambilan sidik jari. Kemudian saya menunggu SIM selesai di print. Pada saat pengambilan SIM, saya dimintai uang Rp.5.000,- untuk sebuah tempat kartu (yang sebenarnya tidak perlu). Setelah SIM jadi saya mengambil Kartu Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi di tempat pembayaran premi asuransi yang tadi.

Selesai sudah proses perpanjangan SIM dan saya pun segera angkat kaki dari tempat itu. Saya bersyukur karena tidak perlu ketempat itu lagi sampai lima tahun ke depan. Tapi nampaknya lima tahun lagi saya akan kerepotan karena harus memperpanjang SIM A dan C secara bersamaan.

Next Page »
Proudly powered by Wordpress 2.5 - Theme Triplets Id Band 2.0, the boyish style by neuro