Karena curah hujan yang sangat tinggi sejak jum’at kemarin, ditambah kiriman dari bogor, sebagian wilayah Jakarta direndam banjir. Untungnya rumah saya tidak ikut kebanjiran. Banjir kali ini membuat jalanan mecet dan tidak bisa dilalui. Untungnya saat ini saya tidak kemana-mana. Hanya ngerjain skripsi dirumah ![]()
Listrik di rumah saya yang biasanya mati kalau hujan malah tidak mati sama sekali, padahal hujan lebat sekali. Telepon dan flexi juga beroperasi normal, hanya saja internet Speedy putus sejak Jum’at dan baru nyambung sekarang.
Peristiwa kali ini mengingatkan saya pada banjir 5 tahun lalu, atau tepatnya tahun 2002. Walaupun banyak orang bilang banjir kali ini lebih besar dari banjir tahun 2002 tetapi banjir 2002 lebih berkesan buat saya. Karena ketika itu, saya yang masih kelas 3 SMA harus menyebrang jembatan yang kalinya meluap sampai sebatas dada ketika pulang sekolah. Arus sungai ini cukup kuat dan untuk menyebrang harus berpegangan kuat-kuat pada seutas tali tambang.

6 comments
Comments feed for this article
Trackback link
http://rendra.net/2007/02/06/jakarta-banjir/trackback/
February 6, 2007 at 9:34 pm
jinbaghdad
hanya ngerjain skripsi you say?
February 7, 2007 at 7:55 am
Luthfi
gak kebanjiran? wah .. selamat …..
selamat berjuang buat ngerjain skripsi
February 7, 2007 at 11:51 am
adiarifin
sama dong…rumah gw juga ga kebanjiran…tapi Daan Mogot langganan banjir…jadi susah mau kemana-mana.
February 7, 2007 at 3:30 pm
Rendra
@1: Yaa, sebenernya banyak sih. Tidur2an, Main Flight Simulator, Nonton TV dll.
@2: Alhamdulillah enggak. Gak tau kalo 5 atau sepuluh tahun lagi.
@3: Iya, tapi gw gak kemana2. Jadi nggak kerasa apa terisolasi atau nggak nya.
February 7, 2007 at 4:36 pm
venus
speedyku juga sempet mati. untungnya cuma sehari ya? makasih komennya. itu entry saya ‘bawa’ dari blog lama
February 7, 2007 at 7:50 pm
Rendra
@5: Sebenarnya 3 hari. Dan rabu dini hari sekitar jam satuan mati lagi. Untungnya siangnya udah nyala lagi.