Acara Republik BBM adalah acara talk show komedi yang ditayangkan di Indosiar setiap senin malam. Namun pada dua pekan silam, pada akhir acara Taufik Safalas selaku presiden Republik BBM mengumumkan bahwa acara ini akan off dulu satu bulan karena hendak ke Jerman menonton piala dunia.
Hari minggu kemarin kebetulan ada yang membeli koran tempo di rumah saya. Di halaman 8 ada berita yang berjudul “Kami Mulai Dibatasi“. Berita ini adalah hasil wawancara dari salah seorang penggagas acara Republik BBM, Effendi Gazali. Satu hal yang membuat saya sedih dalam berita di koran tempo ini Effendi Gazali menginformasikan bahwa Republik BBM tidak akan ditayangkan lagi. Berikut adalah tiga buah kutipan berita tersebut.
Namun, nyawa Republik BBM ternyata benar-benar dicabut. “Kami memutuskan untuk tak kembali lagi,” kata Effendi Gazali, salah seorang penggagas acara ini.
Menurut pakar komunikasi dari Universitas Indonesia ini, Indosiar memang berhak menghentikan Republik BBM lantaran tayangan ini sudah memasuki 26 episode.
Penyebab utama penghentian acara ini tak cuma itu. Sejak enam episode terakhir, kata Effendi, pihak stasiun televisi mulai membatasi isu-isu yang akan ditayangkan. Lantaran tak sepaham dengan kebijakan itu, Effendi dan kawan-kawan memilih mundur.
Mengapa tayangan Republik BBM dihentikan?
Saya dan teman-teman memutuskan untuk berhenti. Sudah tidak ada lagi kesamaan visi dengan pihak Indosiar. Sejak enam episode terakhir, kami merasa kontrol dari pihak stasiun TV membuat ruang gerak makin terbatas. Ada pembatasan mana isu yang sebaiknya ditayangkan dan mana yang tidak. Bahkan dalam beberapa edisi terakhir, temanya sudah tidak masuk akal. Idenya berasal dari stasiun TV.
Anda dan teman-teman merasa makin dibatasi?
Ya, sudah tidak sebebas dulu lagi.
Apakah karena itu sempat ada isu bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla keberatan dengan acara Republik BBM?
Tidak pernah. Jusuf Kalla sempat mengklarifikasi kepada kami bahwa dia tidak keberatan. Kami pernah bertemu dengan Wakil Presiden dan diterima di pintu depan. Padahal pintu itu adalah pintu kehormatan bagi tamu kenegaraan.
Bukankah pada April lalu tersiar kabar sempat akan dilarang?
Saya memang menerima perintah bahwa pada Sabtu, 4 April 2006, Republik BBM harus dihentikan. Saya percaya pada sebuah teori, kalau negara sedang menjalani transisi, kontrol akan berpindah dari pemerintah ke swasta. Mungkin pemerintah berbisik kepada pengusaha dan diteruskan kepada kami.
Forum Republik BBM di Indosiar saat posting ini dibuat sudah bukan forum lagi karena hanya menampilkan satu halaman pemberitahuan tanpa dapat di komentari oleh anggota, selain itu thread-thread lama nampaknya sudah dihapus.
Sayang sekali acara sebagus Republik BBM sampai dihentikan, apalagi penghentian acara ini dikarenakan adanya pengontrolan dari pihak-pihak tertentu. Karena acara ini dihentikan, nampaknya saya harus segera mengedit kolom Favorite TV Shows di profil saya di friendster.

Recent Comments